Menyamakan Frekuensi

Wednesday, May 13, 2015

Bagi saya, aktivitas ngobrol itu bukan soal kecil dan bukan perkara mudah, kecuali kalau kalian menjadikan obrolan sebagai sarana tak lebih dari sekedar bentuk interaksi untuk bertukan informasi.

Karena diluar itu semua, di dalam aktivitas ngobrol sebenarnya masih ada beberapa hal yang bisa kita pahami, lebih dari sekedar aktivitas bertukar informasi.

Menilai Seseorang

Sejak dulu saya senang menilai orang dengan berbagai cara, salah satunya dengan berbicara. Akan ada perasaan tersendiri jika mampu menemukan karakter seseorang yang kita nilai, percayalah. Entah dalam hasil penilaian yang kita dapati nanti benar atau salah, saya rasa itu semua tidak akan menjadikan masalah besar, sejauh kalian tidak mengumbar hasil penilaian kalian terhadap seseorang ke banyak orang. just keep it secret!. Nilailah seseorang untuk dirimu sendiri.

Namun dalam beberapa kasus, terkadang kalian juga akan merasa tak sedikitpun mampu menilai seseorang, meskipun sudah beberapa kali berbicara, ngobrol, berinteraksi cukup lama. Inilah yang ingin saya bagi dengan kalian. Ada banyak cara berbicara, ada banyak cara memulai sebuah obrolan, tapi itu semua tidak akan banyak berpengaruh jika kita tidak mampu menyamakan frekuensi.

Menyamakan Frekuensi

Ketika orang lain berusaha menjauh dari orang kurang waras, waktu itu justru saya ingin mencoba sedikit lebih dekat. Dari situ saya baru sadar kalau menyamakan frekuensi itu pengruhnya besar. Pagi hari di warung Kopi Ketan jalan Hasanudin saya ketemu bapak-bapak, yah kira-kira umurnya sudah 50 tahunan. Kita ngobrol banyak, tentang jodoh, agama, umpatan, duit, sampai hal yang terkecil semacam KTP, bahkan kita sempat main tebak-tebakan bahas Inggris, dan hebatnya orang seperti ini tahu bahasa Inggrisnya Jam, Kucing, Anjing, Merokok. Bapak ini sudah seperti teman ngopi saya pagi itu. Mungkin kalian tidak akan menyangka, orang gila seperti ini juga bisa nangis waktu ditinggal teman ngobrolnya :smile:. Lalu apakah saya sudah berhasil menyamakan frekuensi dengannya? Atau hanya .. Ah sudah lah .. Mari kita samakan frekuensi kita, kawan. Mari kita bertukar penilaian.